Tidak tau menulis apa. Saya hanya mau mengetik, mencoret-coret, meracau. Entah. Saya pernah baca satu postingan pada sebuah blog. Dia adalah mahasiswi dari universitas negeri terkemuka, dia menuliskan beberapa kalimat yang intinya dia sedang jatuh cinta dengan tulisan seseorang, dan dia berpikiran dengan jatuh cinta dengan tulisannya, siapa tau dia juga bisa jatuh cinta yang sebenernya dengan sosok si penulis. Tidak, tidak pada postingan ini saya tidak akan membahas tentang kalimat yang mungkin sudah diucapkan trilyunan kali oleh milyaran orang di dunia.
Lalu apa yang mau saya bahas ? Tidak tau, seperti yang saya bilang, saya hanya ingin mengetik, mencoret-coret, meracau. Saya masih ingin pergi ke luar kota untuk sementara. Saya mau menjadi saya. Saya seharusnya mengerjakan apalah itu namanya, tapi apa yang saya lakukan. Saya disini, sedang mengetik, tidak jelas.
Lalu apa yang saya pikirkan ? Banyak hal, seringkali saya berada disuatu keadaan dimana hanya jasad saya saja yang berada di tempat itu, sementara pikiran saya berada di tempat yang lain. Saya tau banyak orang yang mengalaminya atau semua orang pernah mengalaminya bukan hanya saya saja.
Lalu apa yang mau saya lakukan ? Setidaknya saya tau apa yang mau saya lakukan, saya belum memulainya. Semuanya masih ada di pikiran. Saya butuh waktu, saya tidak butuh tugas yang membuat saya melupakan sejenak apa yang seharusnya saya lakukan. Saya membencinya. Terkadang kita harus berputar-putar terlebih dahulu, menjadi orang lain agar nantinya bisa menjadi diri sendiri. Inti dari kalimat yang pernah saya baca di novel Perahu Kertas. Berkat tugas saya juga tidak mempunyai waktu untuk sekedar membaca satu bab dari novel-novel yang sudah saya tumpuk. Siap untuk dibaca. Benar-benar harus menjadi seorang yang lain terlebih dahulu padahal saya tetap mau menjadi saya.
Terkadang kita harus berputar-putar terlebih dahulu, menjadi orang lain agar nantinya bisa menjadi diri sendiri..
BalasHapus..Benar-benar harus menjadi seorang yang lain terlebih dahulu padahal saya tetap mau menjadi saya
kalau kamu jadi "saya" saat ini juga, jarak tempuh yang kau punya tidaklah sama, putaran yang terlalui juga akan berbeda.
kau beruntung, saat ini banyak yang kau dapat bukan? hal yang barang tentu tidak dimiliki oleh "saya"
sampai jumpa dengan "saya", pada persimpangan jalan yang saya punya
:D